Memperingati Maulid Nabi 1447H di SMP Labschool Jakarta

 

MEMPERINGATI MAULID NABI 1447H di SMP Labschool Jakarta

Shafira 32 8D


 

Suasana Hangat Bersama Ustadz Dimas yang Memukau dan Menyentuh Hati Siswa

Jakarta, Jumat 19 September 2025 – Pagi yang cerah menyambut warga SMP Labschool Jakarta di halaman masjid sekolah. Sejak pukul 06.30 WIB, derap langkah para siswa mulai terdengar. Mereka datang dengan wajah penuh semangat, sebagian mengenakan busana muslim putih bersih, sebagian lagi berpakaian batik islami yang mencerminkan nuansa sakral peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya siswa yang hadir. Guru, karyawan, hingga beberapa masyarakat sekitar sekolah pun turut berdatangan. Halaman masjid dipenuhi jamaah yang ingin bersama-sama merayakan dan mengambil hikmah dari peringatan kelahiran manusia agung, Nabi Muhammad SAW. Suasana begitu hangat, penuh kekeluargaan, seolah seluruh hadirin telah lama menantikan momen ini.

 

Pembukaan yang Meriah dan Penuh Kehangatan

Acara resmi dimulai sekitar pukul 06.45 WIB dengan pembacaan doa pembuka. Suara MC yang ramah dan penuh semangat menyapa hadirin, mengundang senyum serta tepuk tangan antusias dari siswa-siswi yang sudah duduk rapi.

Untuk mencairkan suasana, panitia sengaja menghadirkan sesi ice breaking. Permainan ringan berupa “Tebak Kata” sukses menghadirkan gelak tawa. Anak-anak yang biasanya cenderung malu-malu di hadapan guru, kali ini tampil berani menjawab dengan penuh percaya diri. Guru-guru pun ikut serta, menciptakan suasana cair tanpa jarak. Orang tua yang hadir terlihat ikut tertawa, menikmati keceriaan yang jarang mereka saksikan langsung di lingkungan sekolah.

Kehangatan ini bukan tanpa tujuan. Menurut panitia, sesi permainan sederhana memang dipilih agar peserta merasa lebih rileks dan siap mengikuti rangkaian acara yang cukup panjang. Dengan hati gembira, mereka diharapkan lebih mudah menerima pesan-pesan kebaikan yang akan disampaikan dalam acara.

 

 

Nasyid yang Menggetarkan Hati

Setelah permainan usai, acara dilanjutkan dengan penampilan nasyid. Beberapa siswa menampilkan lantunan syair Islami dengan suara merdu. Lirik-lirik yang dinyanyikan tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna, mengingatkan hadirin pada keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Hadirin tampak terhanyut, sebagian siswa bahkan ikut bersenandung pelan. Guru-guru terlihat tersenyum bangga menyaksikan murid-muridnya tampil penuh percaya diri. Penampilan nasyid ini seolah menegaskan bahwa Maulid Nabi bukan hanya perayaan, melainkan juga ruang ekspresi untuk menanamkan kecintaan pada Rasulullah melalui seni dan budaya.

 

Sambutan Kepala Sekolah

Acara berlanjut dengan sambutan dari Kepala SMP Labschool Jakarta, Dr. Yati Suwartini, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga menekankan bahwa memperingati Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran, melainkan momen penting untuk menggali dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

“Melalui peringatan ini, kita tidak hanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga berusaha meneladani nilai-nilai luhur beliau agar bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah adalah teladan sempurna dalam kepemimpinan, kesabaran, dan kasih sayang,” ujar beliau penuh semangat.

Para siswa menyimak dengan serius, dan beberapa guru tampak mengangguk, seolah mengiyakan pesan penting yang disampaikan oleh kepala sekolah.

 

Tausiyah Ustadz Dimas Adista: Kepemimpinan dan Akhlak Nabi

Puncak acara adalah tausiyah dari Ustadz Dimas Adista, seorang penceramah muda yang dikenal dengan gaya penyampaian sederhana, lugas, dan menyentuh. Tema ceramah kali ini adalah “Kepemimpinan Rasulullah dan Sifat-Sifat Mulia Beliau.”

Sejak awal berbicara, Ustadz Dimas berhasil menarik perhatian seluruh hadirin. Suaranya yang tenang namun penuh penekanan membuat siswa tidak bosan mendengarkan. Beliau mengingatkan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW diakui dunia, bukan hanya oleh umat Islam. Nabi Muhammad memimpin dengan keadilan, kasih sayang, serta kebijaksanaan yang sulit ditandingi pemimpin manapun.

“Bahkan dalam peperangan, Rasulullah tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Beliau tidak pernah zalim, tidak pernah menghina, dan selalu mengedepankan akhlak mulia,” tutur Ustadz Dimas.

 

Kisah-Kisah Inspiratif Rasulullah

Agar ceramah tidak terasa kaku, Ustadz Dimas menyelipkan kisah-kisah sederhana dari kehidupan Rasulullah. Salah satunya adalah ketika Nabi Muhammad SAW tetap tersenyum saat istrinya, Ibunda Aisyah, keliru menaruh garam ke dalam teh. Alih-alih marah, beliau mengajak Aisyah meminumnya bersama.

Kisah ini membuat siswa tertawa kecil, tetapi juga mengajarkan pesan mendalam: bahwa kasih sayang, kesabaran, dan kelembutan adalah kunci keharmonisan rumah tangga. Guru-guru yang hadir tampak terharu, seolah menyadari bahwa keteladanan Nabi bukan hanya teori, melainkan praktik nyata yang bisa diterapkan sehari-hari.

Ustadz Dimas juga menceritakan tentang Perang Badar, yang menjadi bukti kekuatan iman dan tawakal kepada Allah melebihi jumlah pasukan. Dari Perang Uhud, beliau mengajak hadirin belajar pentingnya disiplin dan ketaatan kepada pemimpin. Sedangkan dari Perang Mu’ta, kisah keberanian Khalid bin Walid atas mandat Rasulullah menunjukkan bahwa strategi, kepercayaan, dan keyakinan mampu mengalahkan jumlah besar musuh.

“Rasulullah adalah guru kehidupan. Dari beliau kita belajar kesabaran dalam keluarga, ketegasan dalam memimpin, serta keberanian dalam menghadapi tantangan,” jelas Ustadz Dimas.

 

 

 

Rasulullah dalam Pandangan Pemimpin Dunia

Ceramah semakin menarik ketika Ustadz Dimas mengangkat kisah diplomasi Rasulullah. Beliau menyinggung surat Nabi Muhammad SAW kepada Raja Heraclius dari Romawi dan Kisra, penguasa Persia. Surat itu menjadi bukti bahwa Rasulullah adalah pemimpin yang menjunjung tinggi perdamaian, menyampaikan dakwah dengan wibawa, tetapi tetap penuh kelembutan.

Menurut Ustadz Dimas, sikap Nabi dalam berhubungan dengan pemimpin besar dunia mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi dialog, etika, dan hubungan baik antarbangsa.

 

Pesan Kehidupan di Akhir Ceramah

Menjelang penutup, Ustadz Dimas menyampaikan pesan yang sangat menyentuh. Beliau mengingatkan pentingnya meneladani Rasulullah dalam segala aspek kehidupan: dalam kepemimpinan, hubungan sosial, maupun dalam membangun keluarga.

Beliau juga berpesan agar umat Islam memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan iman dan akhlak. “Sebagaimana Rasulullah memilih istri-istrinya dengan penuh kasih sayang dan pertimbangan iman, kita pun harus selektif memilih pasangan yang bisa mengingatkan kita kepada Allah,” ujar beliau, disambut anggukan setuju para guru dan senyum malu-malu para siswa.

 

Penutup yang Khidmat

Acara Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Labschool Jakarta ditutup dengan doa bersama. Seluruh jamaah menundukkan kepala, memohon agar bisa menjadi pribadi yang meneladani akhlak Rasulullah.

Setelah doa, suasana masih terasa hangat. Siswa tampak berbincang dengan guru mereka, sebagian orang tua menyalami panitia, dan tak sedikit yang masih larut dalam keharuan setelah mendengarkan ceramah Ustadz Dimas.

 

 

 

Refleksi Akhir

Dari awal hingga akhir, peringatan Maulid Nabi di SMP Labschool Jakarta berlangsung dengan meriah, hangat, dan penuh makna. Mulai dari permainan ringan, penampilan nasyid, sambutan kepala sekolah, hingga tausiyah Ustadz Dimas, semuanya dirangkai dengan apik sehingga meninggalkan kesan mendalam.

Acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun Nabi, melainkan ajang pembelajaran nyata. Siswa mendapat teladan kepemimpinan, guru memperbarui semangat mendidik dengan akhlak mulia, dan orang tua memperoleh inspirasi untuk membangun keluarga Islami yang harmonis.

Dengan rangkaian acara ini, SMP Labschool Jakarta menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. Dan Maulid Nabi menjadi momentum yang tepat untuk kembali meneguhkan semangat itu.

 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resume BAB V "Cakap dan Etis Bermedia Digital"

rangkuman bab 1

Resume BAB IV "Berpikir Komputasional"